Hai sobat, ini dia hasil sertifikat yang ku desain
Translate
Selasa, 03 September 2013
Kebijakan Pengadaan CPNS 2013
HAJAT akbar
seleksi CPNS tahun 2013 yang ditunggu-tunggu masyarakat segera digelar.
Mulai tanggal 2 September 2013, sejumlah instansi mulai mengumumkan
lowongan CPNS. Sebanyak 339 instansi pemerintah, terdiri dari 69
kementerian/lembaga, 23 pemerintah provinsi, dan 237 kabupaten/kota,
tahun ini menggelar seleksi CPNS dari jalur pelamar umum. Jalur ini,
formasi ada 65 ribu, terbagi 40 ribu untuk pemerintah daerah dan 25 ribu
untuk instansi pusat.
Selain dari jalur pelamar umum,
pemerintah juga menggelar seleksi CPNS dari tenaga honorer kategori 2.
Lebih dari 600 ribu tenaga honorer kategori 2 akan memperebutkan kursi
CPNS melalui tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang pada
tanggal 3 November 2013. “Peserta wajib mengikuti tes kompetensi dasar
dan tes kompetensi bidang,” kata Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan
Wangsaatmaja. Pada hari yang sama juga digelar TKD dengan sistem lembar
jawaban komputer (LJK) untuk memperebutkan kursi CPNS dari jalur
pelamar umum.
Selain seleksi CPNS dari honorer K2
dan jalur pelamar umum, tahun ini ada tiga skema seleksi CPNS lain,
yakni formasi khusus untuk dokter, seleksi untuk tenaga ahli tertentu
yang tidak ada di lingkungan PNS,
dan seleksi CPNS calon siswa ikatan dinas. Selain itu ada juga afirmasi
untuk kaum disable, putera-puteri terbaik Papua, serta bagi atlet
berperestasi untuk menjadi PNS.
Untuk TKD, Panitia Seleksi Nasional
(Panselnas) Seleksi CPNS menyiapkan tiga tipe/kelompok soal tes, yakni
tipe A (SLTP, SD), tipe B (SLTA, D1, D2 – D3/sarjana muda), dan tipe C,
yakni untuk jenjang pendidikan D4, S1, S2, dan S3. Penyusunan soal TKD
dilakukan Panselnas dibantu oleh konsorsium perguruan tinggi negeri
(PTN). Sedangkan soal TKB, disusun oleh instansi pembina masing-masing.
Untuk bidang kependidikan oleh Kemendikbud, untuk kesehatan oleh
Kemenkes, bidang administrasi umum oleh BKN, dan seterusnya.
Menurut Setiawan, penentuan kelulusan tenaga honorer kategori 2 berdasarkan nilai ambang batas (passing grade)
yang ditetapkan oleh Menteri PANRB. “Pengumuman hasil tes, baik TKD
maupun TKB juga akan dilakukan oleh Menteri PANRB,” tambahnya.
Apabila jumlah peserta seleksi K2 yang memenuhi passing grade kurang
dari jumlah PNS yang pensiun pada instansi bersangkutan, mereka
dialokasikan pada tahun 2013. Namun, bila jumlah yang memenuhi passing grade lebih
besar dari jumlah PNS yang pensiun, maka untuk tahun 2013 didahulukan
yang usianya lebih tua. Selebihnya untuk tahun 2014. “Alokasi formasi
juga memperhatikan persentase belanja pegawai dalam APBD,” katanya. (ags)
|
No.
|
Kementerian/Lembaga |
|
1
|
Kementerian Koordinator Bidang Polhukam |
|
2
|
Kementerian Koordinator Bidang Kesra |
|
3
|
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian |
|
4
|
Kementerian Dalam Negeri |
|
5
|
Kementerian Luar Negeri |
|
6
|
Kementerian Pertahanan |
|
7
|
Kementerian Hukum dan HAM |
|
8
|
Kementerian Keuangan |
|
9
|
Kementerian ESDM |
|
10
|
Kementerian Perindustrian |
|
11
|
Kementerian Perdagangan |
|
12
|
Kementerian Pertanian |
|
13
|
Kementerian Kehutanan |
|
14
|
Kementerian Perhubungan |
|
15
|
Kementerian Kelautan dan Perikanan |
|
16
|
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi |
|
17
|
Kementerian Kesehatan |
|
18
|
Kementerian Pekerjaan Umum |
|
19
|
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan |
|
20
|
Kementerian Sosial |
|
21
|
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif |
|
22
|
Kementerian Lingkungan Hidup |
|
23
|
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak |
|
24
|
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional |
|
25
|
Kementerian PANRB |
|
26
|
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal |
|
27
|
Kementerian Perumahan Rakyat |
|
28
|
Kementerian Pemuda dan Olahraga |
|
29
|
Kementerian Sekretariat Negara |
|
Lembaga |
|
|
30
|
Arsip Nasional RI (ANRI) |
|
31
|
Lembaga Administrasi Negara (LAN) |
|
32
|
Badan Kepegawaian Negara (BKN) |
|
33
|
Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS) |
|
34
|
Badan Pusat Statistik (BPS) |
|
35
|
Badan Inteljen Negara (BIN) |
|
36
|
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) |
|
37
|
Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) |
|
38
|
Badan Informasi Geospasial (BIG) |
|
39
|
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) |
|
40
|
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) |
|
41
|
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) |
|
42
|
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) |
|
43
|
Badan Pertanahan Nasional (BPN) |
|
44
|
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) |
|
45
|
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) |
|
46
|
Badan Nasionala Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) |
|
47
|
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) |
|
48
|
Lembaga Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah |
Senin, 26 Agustus 2013
CAT di BKN Berjalan Lancar, Peserta Tes Sempat Nervous
JAKARTA – Dony Arlen
dan Daniara, lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2012
mengaku sedikit nervous sebelum mengikuti tes kompetensi dasar (TKD)
dengan sistem computer assisted test (CAT) di kantor pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Senin (26/08). “Tadi saya sempat nervous, tapi
alhamdulillah saya sudah selesai melaksanakan tes dengan sistem CAT
ini,” ujarnya sesaat setelah keluar dari ruangan CAT di lantai 2 gedung
BKN.
Daniara dan Dony Arlen merupakan dua
dari 475 lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2012 yang
mengikuti tes kompetensi dasar (TKD) dengan sistem computer assisted test(CAT)
hari pertama di kantor pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Senin
(26/08). Hari Selasa masih akan berlangsung CAT untuk 439 peserta
lulusan STAN untuk wilayah Jakarta, yang jumlahnya 914 orang.
Pelaksanaan CAT dibagi menjadi 5 sesi,
dengan peserta masing-masing sesi 95 orang. “Sebenarnya di ruangan ini
tersedia 100 unit computer. Namun ada 5 unit sebagai cadangan, kalau ada
yang bermasalah,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen badan
Kepegawaian Negara Aris Windiyanto.
Dengan setelan baju putih dan bawahan
warna hitam, Dony bersama 95 peserta lainnya seolah tak sabar menunggu
giliran untuk mengikuti CAT. “Saya kebagian pada sesi keempat,” ujar
Dony. Umumnya mereka menampakkan wajah sedikit tegang, karena terbebani
perasaan harus lulus.
Berbeda dengan Daniara, lulusan D3
Pajak ini tampak ceria, seakan sudah lepas dari beban. Terlebih selama
lebih dari 9 bulan setelah lulus STAN, nasibnya seperti digantung. “Tadi
computer saya sempat hang. Kemudian saya lapor dan ganti computer. Tapi
ternyata jawaban yang sudah saya kerjakan tidak hilang, meski sempat
ganti computer,” ujarnya.
Meski merasa sedikit kecewa, namun
kedua peserta CAT di BKN pusat ini menanggapi hal ini secara positif.
Dengan CAT, kami tidak bisa nyontek jawaban satu sama lain. Dengan CAT
juga diakui dapat menutup peluang terjadinya titip menitip CPNS, karena
hasilnya bisa langsung diketahui baik oleh peserta maupun panitia.
“Kalau ini bisa dilaksanakan secara konsisten, saya optimis bisa
mewujudkan rekrutmen CPNS yang bersih, fair, dan obyektif. Selain itu
juga bisa meningkatkan efeisiensi penggunaan uang Negara,” tambah Dony.
Seperti diberitakan di media ini
sebelumnya, sebanyak 3.300 lulusan D1 sampai D3 STAN tahun 2012
mengikuti TKD dengan sistem CAT di 12 Kantor Regional BKN. TKD yang
merupakan syarat untuk bisa diangkat menjadi CPNS ini juga diberlakukan
bagi seluruh sekolah ikatan dinas.
Aris Windiyanto mengungkapkan, dalam
CAT ini peserta diwajibkan menyelesaikan 100 soal. Terdiri dari 35 soal
tes wawasan kebangsaan (TWK), 30 soal tes intelegensia umum (TIU), dan
35 soal tes karakteristik pribadi (TKP). Untuk TWK dan TIU, kalau salah
nilainya nol, kalau betul nilainya 5. “Sedangkan TKP, tidak ada yag
salah, tetapi nilainya satu sampai lima. Total nilai, maksimal
limaratus,” ujarnya.
Ditambahkan, CAT ini telah diterapkan dalam rekrutmen CPNS BKN tahun 2009 dan 2010. “Waktu itu kami menetapkan passing grade 275,” tambah Aris. Namun untuk TKD bagi Kementerian Keuangan kali ini, dia mengaku tidak tahu menahu soal passing grade. BKN, ujarnya, hanya melaksanakan CAT dan menyerahkan hasilnya kepada Menteri PANRB.
Aris mengakui, kompuuter cadangan
sangat diperlukan untuk mengantisipasi kalau ada computer yang ngadat.
Meskipun persiapan sudah dilaksanakan sekitar dua minggu, namun hal itu
bukan menjamin. “Pada sesi pertama dan kedua tadi juga ada satu computer
yang hang, sehingga peserta harus ganti computer,” tambahnya.
Hal serupa juga terjadi pada sesi
ketiga, saat penulis melakukan pemantauan di ruang CAT. Salah seorang
peserta melaporkan komputernya mengalami masalah, sehingga dia harus
ganti computer.
Secara umum pelaksanaan CAT hari
pertama berlangsung lancar, tanpa kendala yang berarti. Kalau sebelum
masuk ruangan mereka sedikit merasa tegang, setelah keluar ruangan
mereka tampak senyum-senyum gembira. Apalagi mereka langsung bisa
mengetahui hasilnya. Dari pantauan penulis secara umum hasilnya lebih
dari 300.
Satu hal yang masih menggantung, kalau misalnya ditetapkan passing grade, kemudian
ada yang tidak lulus, bagaimana nasib mereka. Pasalnya, ketika masuk
STAN tidak ada persyaratan yang mengharuskan mereka mengikuti TKD. (ags/HUMAS MENPANRB)
Jumat, 02 Agustus 2013
Review Masker Kunyit
Hai hai.. kali ini aku mau ngereview tentang masker kunyit nih. Yups.. masker dari bahan rempah ini sangat terjangkau dan mudah sekali didapatkan. Saat aku tau kunyit dapat mengurangi noda bekas jerawat dan mengeringkan jerawat aku langsung tertarik deh, karena memang di pipiku ada jerawatnya. Tapi aku langsung berfikir lagi, gimana jadinya muka ini kalo dipakein masker dari kunit itu, bayangin aja kalo kita ngupas kunyit untuk bumbu saat memasak itu, warna orange yang tertinggal di tangan tidak langsung hilang saat dibasuh air, apalagi yang didiamkan beberapa saat dimuka. Akhirnya aku memutuskan untuk mencari kunyit putih yang ada di kebun. warnanya tidak orange, tapi putih dengan kombinasi samar-samar kuning terang, namun aromanya tak terlalu menyengat seperti kunyit biasa. Dengan keadaan yang masih segar, kunyitnya langsung ku kupas dan ku parut, lalu kubalurkan merata pada wajah. Rasanya dingin gitu. setelah 20 menit kunyit yang ada di muka mulai mengering, dan langsung aja kugosok-gosok butiran kunyit tadi sebagai scrub. Setelah butiran kunyit tadi jatuh semua, masih akan tertinggal sari pati dari kunyit di wajah. Tidak lama kumudian ku cuci deh ni muka dengan air dingin, rasanya di muka tu kenyal banget. Aku juga mengulangi mencuci muka dengan sabun wajah. Rasanya di muka terasa kering banget setelah memakai masker kunyit tadi. Tapi kalian jangan kawatir ya, karena memang reaksi dari kunyit tersebut adalah membantu mempercepat pengelupasan kulit mati. Jadi kita bisa mengatasinya dengan mengoleskan pelembab ke muka setelah menggunakan masker kunyit ini. Lakukan hal ini dengan rutin juga ya.! Seminggu 3x gitu. Biar hasilnya nanti optimal... Selamat mencoba
Sabtu, 27 April 2013
Ramalan Tentang Tenggelamnya Pulau Jawa
Pulau
Jawa bisa tenggelam? Orang akan menjawab skeptis, “ah tidak mungkin”. Namun
jika kita berpijak pada pendapat para ahli kebumian (geologi) tentu judul di
atas bukan sekedar omong kosong. Sebuah ramalan tentang tanah Jawa telah ada
berabad-abad yang lalu. Khususnya mengenai Kehancuran pulau Jawa setelah
Seratus Tahun perang Sabil (hasil ramalan Raja Kediri Jayabaya).
Hal ini sesuai dengan hukum Geologis, bahwa sewaktu-waktu bumi ini akan mengalami pergeseran, baik akibat Gempa tektonik atau letusan gunung berapi. Adapun faktor manusianya sendiri, akibat manusia banyak melakukan kejahatan dan dosa besar lainnya. Sehingga energi negatif yang beredar diserap oleh alam pulau jawa yang mengakibatkan ketidak seimbangan pulau Jawa.
Yang menjadi faktor alam adalah adanya pengaruh global yang berupa perubahan iklim dan cuaca sehubungan dengan aktivitas manusia di beberapa negara industri. Penyebaran polusi dan pengrusakan efek rumah kaca telah terjadi selama hampir 300 tahun sejak revolusi Industri. Aktifitas yang demikian itu menimbulkan lapisan ozon berlubang dan semakin hari semakin besar, efeknya adalah radiasi cahaya matahari tidak langsung diserap atmosfir bumi namun langsung jatuh ke bumi, pemanasan global pun agaknya semakin hari akan menjadi kenyataan. Suhu bumi semakin panas, dikutub efek dari pemanasan ini bisa mencairkan es sehingga menambah volume air laut.
Kalau dilihat dari keadaan cuaca yang sudah mulai berubah diseluruh dunia karena global warming, naiknya volume air laut.
Bisa dibayangkan apabila pulau es raksasa ini mencair, jakarta bisa tenggelam lho! Sebuah pulau es raksasa seluas 260 km2, lima kali luas Jakarta Pusat. Bisa dibayangkan, apabila seluruh es Greenland mencair, bisa menaikkan permukaan air dunia 6 meter. Jakarta Utara bisa tenggelam jika permukaan laut naik 2-3 meter. Para ilmuwan Amerika Serikat mengklaim robohnya bongkahan es raksasa itu akibat pemanasan global.
Akibatnya beberapa kota pantai dunia bisa tenggelam akibat meluapnya air laut, pulau jawa yang kini memiliki banyak kota pantai akan terkena imbasnya. Bukan musathil suatu saat kota-kota itu akan hanyut tenggelam bila air laut meluap naik ke daratan. Kisah tentang tenggelamnya peradaban-peradaban kuno seperti Benua Atlantik adalah suatu contoh bahwa kekuatan alam tidak bisa dihentikan oleh manusia.
Pulau Jawa adalah sebuah kapal raksasa yang ditopang oleh suspensi yang sangat besar. Suspensi ini yang selama ini meredam getaran lempeng Samudera Hindia yang terus menerus mendorong Pulau Jawa ke arah utara. Suspensi ini membentang dari timur Pulau Jawa hingga ke barat di dekat Gunung Krakatau. Sama seperti suspensi mobil, suspensi Pulau Jawa juga memiliki oli. Oli-nya suspensi Pulau Jawa adalah Lumpur Lapindo. Dan yang berfungsi sebagai pegas adalahgas yang terperangkap bersama Lumpur Lapindo. Ketika pengeboran Lapindo menembus lapisan gas, gas yang selama ini menjadi pegas-nya Pulau Jawa mulai merembes keluar.
Rembesannya gas tidak lewat lubang sumur karena lubang sumur tertutup oleh ‘pelumas’ pengeboran, tapi merembes melalui lapisan tanah yang tidak dilapisi casing. Akibatnya berkurang gaya elastis yang mengimbangi energi potensial lempeng Samudra Hindia sehingga muncul lah gempa di Jogja. Pengeboran itu pula kini membuat system suspensi makin rapuh, hingga makin sering gempa terjadi di Pulau Jawa. Mengingat system suspensi membentang dari timur ke barat, maka tak heran jika gempa bergerak dari sebelah timur menuju ke barat. Mungkin akan sampai di Krakatau. Nah, kalau sudah sampai di krakatau, Jawa praktis tidak punya lagi sistem suspensi. Dorongan lempeng Samudra Hindia akan membuat Pulau Jawa makin miring ke arah selatan, akhirnya ambruk dan tenggelam.
Gempa yang sering terjadi di jawa dapat menyebabkan kerapuhan pada penyangga pulau (menjadi kosong atau tidak padat tanahnya) ditambah amblasnya tanah di sekitar sidoarjo akibat lumpur lapindo. Hasil penelitian telah menunjukkan berkurangnya kepadatan dalam tanah di pulau jawa. Indikasinya adalah jika terjadi hujan tiga jam tanpa henti, sedikitnya ada 500 desa di Jawa yang tenggelam, kalau enamjam maka lebih dari 1.000 desa akan kebanjiran. Di Jakarta ini hujan yang turun selama dua jam saja, beberapa daerah di kota Jakarta ini akan terendam air. Jika pemerintah tidak serius untuk segera membenahi lingkungan di negeri ini, maka pada tahun 2020 pulau Jawa bisa tenggelam.
Persis kayak ramalan Joyoboyo, wong jowo kelangan jawane alias Orang Jawa kehilangan [Pulau] Jawa-nya!
Hal ini sesuai dengan hukum Geologis, bahwa sewaktu-waktu bumi ini akan mengalami pergeseran, baik akibat Gempa tektonik atau letusan gunung berapi. Adapun faktor manusianya sendiri, akibat manusia banyak melakukan kejahatan dan dosa besar lainnya. Sehingga energi negatif yang beredar diserap oleh alam pulau jawa yang mengakibatkan ketidak seimbangan pulau Jawa.
Yang menjadi faktor alam adalah adanya pengaruh global yang berupa perubahan iklim dan cuaca sehubungan dengan aktivitas manusia di beberapa negara industri. Penyebaran polusi dan pengrusakan efek rumah kaca telah terjadi selama hampir 300 tahun sejak revolusi Industri. Aktifitas yang demikian itu menimbulkan lapisan ozon berlubang dan semakin hari semakin besar, efeknya adalah radiasi cahaya matahari tidak langsung diserap atmosfir bumi namun langsung jatuh ke bumi, pemanasan global pun agaknya semakin hari akan menjadi kenyataan. Suhu bumi semakin panas, dikutub efek dari pemanasan ini bisa mencairkan es sehingga menambah volume air laut.
Kalau dilihat dari keadaan cuaca yang sudah mulai berubah diseluruh dunia karena global warming, naiknya volume air laut.
Bisa dibayangkan apabila pulau es raksasa ini mencair, jakarta bisa tenggelam lho! Sebuah pulau es raksasa seluas 260 km2, lima kali luas Jakarta Pusat. Bisa dibayangkan, apabila seluruh es Greenland mencair, bisa menaikkan permukaan air dunia 6 meter. Jakarta Utara bisa tenggelam jika permukaan laut naik 2-3 meter. Para ilmuwan Amerika Serikat mengklaim robohnya bongkahan es raksasa itu akibat pemanasan global.
Akibatnya beberapa kota pantai dunia bisa tenggelam akibat meluapnya air laut, pulau jawa yang kini memiliki banyak kota pantai akan terkena imbasnya. Bukan musathil suatu saat kota-kota itu akan hanyut tenggelam bila air laut meluap naik ke daratan. Kisah tentang tenggelamnya peradaban-peradaban kuno seperti Benua Atlantik adalah suatu contoh bahwa kekuatan alam tidak bisa dihentikan oleh manusia.
Pulau Jawa adalah sebuah kapal raksasa yang ditopang oleh suspensi yang sangat besar. Suspensi ini yang selama ini meredam getaran lempeng Samudera Hindia yang terus menerus mendorong Pulau Jawa ke arah utara. Suspensi ini membentang dari timur Pulau Jawa hingga ke barat di dekat Gunung Krakatau. Sama seperti suspensi mobil, suspensi Pulau Jawa juga memiliki oli. Oli-nya suspensi Pulau Jawa adalah Lumpur Lapindo. Dan yang berfungsi sebagai pegas adalahgas yang terperangkap bersama Lumpur Lapindo. Ketika pengeboran Lapindo menembus lapisan gas, gas yang selama ini menjadi pegas-nya Pulau Jawa mulai merembes keluar.
Rembesannya gas tidak lewat lubang sumur karena lubang sumur tertutup oleh ‘pelumas’ pengeboran, tapi merembes melalui lapisan tanah yang tidak dilapisi casing. Akibatnya berkurang gaya elastis yang mengimbangi energi potensial lempeng Samudra Hindia sehingga muncul lah gempa di Jogja. Pengeboran itu pula kini membuat system suspensi makin rapuh, hingga makin sering gempa terjadi di Pulau Jawa. Mengingat system suspensi membentang dari timur ke barat, maka tak heran jika gempa bergerak dari sebelah timur menuju ke barat. Mungkin akan sampai di Krakatau. Nah, kalau sudah sampai di krakatau, Jawa praktis tidak punya lagi sistem suspensi. Dorongan lempeng Samudra Hindia akan membuat Pulau Jawa makin miring ke arah selatan, akhirnya ambruk dan tenggelam.
Gempa yang sering terjadi di jawa dapat menyebabkan kerapuhan pada penyangga pulau (menjadi kosong atau tidak padat tanahnya) ditambah amblasnya tanah di sekitar sidoarjo akibat lumpur lapindo. Hasil penelitian telah menunjukkan berkurangnya kepadatan dalam tanah di pulau jawa. Indikasinya adalah jika terjadi hujan tiga jam tanpa henti, sedikitnya ada 500 desa di Jawa yang tenggelam, kalau enamjam maka lebih dari 1.000 desa akan kebanjiran. Di Jakarta ini hujan yang turun selama dua jam saja, beberapa daerah di kota Jakarta ini akan terendam air. Jika pemerintah tidak serius untuk segera membenahi lingkungan di negeri ini, maka pada tahun 2020 pulau Jawa bisa tenggelam.
Persis kayak ramalan Joyoboyo, wong jowo kelangan jawane alias Orang Jawa kehilangan [Pulau] Jawa-nya!
Tuntutan yang berlebih dari orang tua
Mungkin hampir semua orang merasakan tuntutan dari orang
tuanya masing-masing, namun bagaimana dengan seseorang yang mendapat tuntutan
yang berlebih dari orang tuanya ? Semua orang tua berharap anaknya menjadi
pintar, sukses, dan berguna bagi semua orang nantinya. Mereka selalu menuntut
anak untuk selalu belajar dan belajar. Tanpa mereka sadari tuntutan itu dapat
berubah menjadi momok yang menyebalkan atau malah menjadi beban seorang anak. Tutuntan
orang tua yang teramat sangat kepada anak dapat membuat anak menjadi stres yang
lama-lama akan mempengaruhi pemikiran anak.
Orang tua harus belajar mengerti keadaan anaknya juga. Mencoba
bertanya apa yang dia alami hari ini dapat membuat orang tua menjadi lebih
dekat dengan anak. Pastinya seorang anak telah berusaha untuk belajar dan
menjadi yang terbaik. Namun kemampuan setiap anak itu berbeda, dan orang tua
harus memahami semua itu. Jangan memberikan anak tuntutan-tuntutan yang
terus-menerus. Tuntutan itu terjadi karena sifat orang tua yang selalu tidak
puas dengan apa yang telah dicapai oleh anaknya. Mereka selalu membandingkan
anaknya dengan anak tetangga atau bahkan anak kerabatnya. Hal itu tidak baik,
karena anak akan merasa apa yang telah dilakukannya itu sia-sia dan tidak
berarti apa-apa kepada orang tuanya.
Cobalah orang tua memberikan sedikit pujian dengan apa yang
telah dicapai oleh anaknya, dan jangan terlalu menuntut berlebihan dari seorang
anak. Hal itu mungkin sepele, namun jika dilaksanakan akan memberikan dampak
yang bergitu berarti untuk orang tua maupun anak.
Minggu, 20 Januari 2013
Dompet Dieuze
Untuk pemesanan bisa hubungi kontak saya.!
Produk by Sophie Paris
Langganan:
Postingan (Atom)